Kolaborasi Berbasis Data, Cara Nusantara Infrastructure Group Tekan Angka Stunting di Makassar

Kolaborasi Berbasis Data, Cara Nusantara Infrastructure Group Tekan Angka Stunting di Makassar

By: Nusantara Infrastructure

Administrator

Nusantara Infrastructure Group resmi melanjutkan program Corporate Social Responsibility (CSR) Nusantara Peduli Stunting (NPS) di Kota Makassar, Jumat (12/12/2025). Langkah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang melibatkan Direktur Utama Nusantara Infrastructure Ramdani Basri, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Direktur Rumah Sakit Hermina Makassar Sulfikar Andi Goesli, serta Perwakilan Yayasan Rumah Zakat. Melalui sinergi ini, seluruh pihak sepakat memastikan intervensi penanganan stunting berjalan terarah, terukur dan berkelanjutan, selaras dengan prioritas Pemkot Makassar.

Ramdani Basri dalam keterangannya menyampaikan, keberhasilan fase pertama NPS menjadi fondasi kuat untuk memperkokoh kolaborasi lintas sektor. “Program ini menjadi bukti komitmen kami dalam mendukung program Pemerintah Kota Makassar dalam menekan angka stunting, sekaligus membangun generasi yang lebih sehat dan lebih kuat,” ucapnya dikutip dari siaran pers, Jumat (12/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut Ramdani turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan mendukung program dan berharap agar fase kedua program tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan menjadi contoh baik bagi daerah lain.

Berbasis Data dan Kolaborasi Pentahelix
Adapun penentuan lokasi program NPS maupun penerima manfaat tidak dilakukan secara sembarangan. Dijelaskan oleh Head of Corporate Communications & CSR PT Nusantara Infrastructure Tbk, Indah D.P. Pertiwi, hal tersebut dilakukan melalui pemetaan data yang ketat. Indah juga menyampaikan bahwa pihaknya membedah data wilayah hingga level kelurahan untuk menemukan kantong kebutuhan yang paling mendesak.

Dalam konteks ini Indah menekankan pentingnya akurasi sasaran dalam setiap inisiatif sosial perusahaan agar tepat guna dan berdampak nyata. "Oleh karena itu kita (bergerak) based on data. Jadi semua tuh kita mapping dulu," ujarnya kepada HUMAS INDONESIA, Kamis (11/12/2025).

Secara teknis, lanjut Indah, Program NPS menyasar dua kelompok rentan sekaligus yakni ibu hamil dan balita di area operasional perusahaan. Pencegahan sejak masa kehamilan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat anak sudah lahir dengan kondisi kurang gizi.

Untuk memaksimalkan hasil, strategi komunikasi yang diterapkan mengedepankan semangat kolaborasi lintas sektor atau pentahelix. Di sini, perusahaan melibatkan Rumah Sakit Hermina untuk penanganan medis, Yayasan Rumah Zakat sebagai pelaksana lapangan, hingga Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar untuk kebutuhan riset.

Capaian dan Keberlanjutan
Adapun fase pertama yang berjalan sejak Oktober 2024-Oktober 2025 di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar telah menunjukkan hasil menggembirakan. Sebanyak 13 anak yang didampingi secara intensif kini dinyatakan keluar dari status stunting oleh dokter spesialis anak. Selain itu, program ini juga melakukan intervensi kesehatan terhadap 97 ibu hamil di wilayah layanan.

Memasuki fase kedua (2025-2026), program tidak hanya berfokus pada pemberian makanan tambahan atau vitamin, tetapi juga pelatihan intensif bagi para kader posyandu. Langkah ini bertujuan memberdayakan komunitas setempat agar memiliki kemampuan mandiri, dalam memantau tumbuh kembang anak tanpa terus bergantung pada bantuan perusahaan.

Menurut Indah, program yang terlalu singkat (1 tahun) sering berhenti sebelum perilaku benar-benar terbentuk, sedangkan program yang terlalu panjang justru menciptakan ketergantungan dan tidak efisien. "Durasi dan pendekatan setiap program CSR disesuaikan dengan kebutuhan serta karakter intervensi yang dilakukan. Untuk program yang memerlukan pendampingan berkelanjutan dan penguatan sistem, NI menerapkan pendekatan multi-tahun guna memastikan dampak yang terukur dan berkesinambungan. Atas dasar tersebut, kami melanjutkan Program Nusantara Peduli Stunting ke fase kedua pada periode 2025–2026" jelasnya.

Atas komitmen tersebut, program NPS berhasil meraih apresiasi tingkat nasional dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Masyarakat melalui penganugerahan Genting Award 2025 pada Rabu (10/12/2025). Dampak sosial program ini pun terukur secara ekonomi melalui perhitungan Social Return on Investment (SROI). Tercatat, setiap Rp1 yang dikeluarkan perusahaan menghasilkan nilai manfaat sosial sebesar Rp1,44 bagi masyarakat penerima manfaat.

Sumber: https://humasindonesia.id/berita/kolaborasi-berbasis-data-cara-nusantara-infrastructure-group-tekan-angka-stunting-di-makassar-3139

More Articles