Tol MNP Perkuat Konektivitas Makassar, Buka Jalan Menuju Hub Logistik Indonesia Timur
Aug
2026
By: Nusantara Infrastructure
Administrator
JAKARTA, KOMPAS.com – Perjalanan kendaraan logistik dari kawasan industri menuju Makassar New Port (MNP) kini dapat ditempuh lebih cepat sejak Jalan Akses Tol MNP beroperasi pada Januari 2024.
Ruas sepanjang sekitar 3,2 kilometer tersebut menghubungkan kawasan pelabuhan dengan jaringan jalan tol yang terkoneksi ke sejumlah simpul ekonomi di Makassar dan sekitar, seperti Kawasan Industri Makassar (KIMA), Bandara Sultan Hasanuddin, serta wilayah Maros.
Sebelum jalan tol ini tersedia, kendaraan logistik yang menuju kawasan pelabuhan harus melewati jaringan jalan arteri perkotaan. Jalur tersebut digunakan bersama oleh kendaraan logistik dan kendaraan masyarakat sehingga perjalanan sangat dipengaruhi kepadatan lalu lintas perkotaan.
Head of Corporate Communication and Corporate Social Responsibility (CSR) Nusantara Infrastructure Indah DP Pertiwi mengatakan, Jalan Akses Tol MNP menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan antarsimpul ekonomi di Makassar. Terlebih, Makassar telah berkembang menjadi pusat perdagangan dan logistik di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
"Jalan Tol Makassar memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas antarmoda serta menjadi enabler bagi pertumbuhan ekonomi kawasan," kata Indah saat dihubungi Kompas.com, Senin (3/8/2026).
Salah satu manfaat yang paling terasa adalah efisiensi waktu perjalanan. Berdasarkan survei internal perusahaan, waktu tempuh pada koridor yang terhubung dengan Jalan Akses Tol MNP dapat berkurang hingga 56 persen.
Manfaat akses tol itu dirasakan langsung oleh pelaku usaha logistik. Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Yodi Nalendra mengatakan, perubahan paling terasa setelah keberadaan Jalan Akses Tol MNP adalah perjalanan kendaraan peti kemas yang menjadi lebih cepat dan lancar.
Menurut Yodi, sebelum terdapat akses langsung, kendaraan logistik harus melewati jalan biasa yang relatif sempit dan padat. Sejumlah titik, seperti pasar, SPBU, dan jembatan, juga dapat menghambat perjalanan.
"Jadi, ada shortcut sehingga lebih cepat dan yang pasti lebih lancar," ujar Yodi.
Lalu lintas yang lebih lancar pun berdampak terhadap penggunaan bahan bakar.
"(Manfaat) yang pasti (terasa) dari sisi (penggunaan) BBM. (Penggunaan BBM) kami sedikit lebih hemat. Kalau macet, otomatis konsumsi BBM lebih besar," katanya.
Perkuat konektivitas pelabuhan dan kawasan industri
Manfaat Jalan Akses Tol MNP tidak hanya terletak pada pemangkasan waktu perjalanan, tetapi juga pada konektivitas yang dibentuk dengan jaringan transportasi yang lebih luas.
Dengan akses tersebut, kendaraan logistik tidak lagi harus seluruhnya melewati jalan perkotaan untuk menuju pelabuhan.
MNP juga tidak berdiri sebagai simpul yang terpisah. Sebab, pelabuhan terhubung dengan kawasan yang menghasilkan ataupun membutuhkan pergerakan barang.
Kawasan industri dapat mengirimkan produk menuju pelabuhan melalui rute langsung via jalan tol. Sebaliknya, barang yang tiba melalui pelabuhan dapat diteruskan menuju kawasan industri dan daerah tujuan lain.
Konektivitas tersebut menjadi semakin penting karena Makassar memiliki peran sebagai salah satu pusat pergerakan barang di KTI.
Pengamat transportasi dan anggota Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menjelaskan, fungsi jalan tol memang berkaitan erat dengan upaya menghubungkan berbagai simpul transportasi.
Menurut dia, jaringan jalan tol di Makassar dapat dilihat sebagai bagian dari sistem transportasi yang menghubungkan berbagai pusat aktivitas.
Selain pelabuhan dan bandara, jaringan tersebut dapat terhubung dengan kawasan industri serta moda transportasi lain.
Ini juga berkaitan dengan simpul lain. Nantinya ada jalan rel (kereta) juga," ujarnya.
Djoko melanjutkan, keterhubungan antarmoda menjadi penting karena setiap moda dapat menjalankan fungsi masing-masing sesuai karakteristik angkutan.
Jalan tol dapat mendukung pergerakan barang dari kawasan produksi dan distribusi menuju simpul utama, seperti pelabuhan. Sementara itu, moda kereta api dan transportasi laut dapat mendukung pergerakan barang dalam jarak dan volume yang lebih besar.
Pergerakan logistik lebih lancar
Konektivitas jalan tol juga memberikan manfaat dari sisi kelancaran arus barang. Akses langsung menuju pelabuhan memungkinkan kendaraan logistik mengurangi ketergantungan terhadap jalan arteri perkotaan.
Bagi pelaku logistik, kondisi tersebut membantu menjaga ketepatan waktu pengiriman. Yodi mengatakan, kepastian waktu merupakan salah satu manfaat penting yang dirasakan setelah ada akses langsung menuju MNP lewat jalan tol.
“Kemacetan tidak hanya memperpanjang waktu perjalanan, tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas kendaraan dan pengemudi,” tutur Yodi.
Dengan perjalanan yang lebih lancar, pelaku logistik memiliki ruang lebih besar untuk mengatur jadwal operasional armada.
Manfaat tersebut menjadi semakin relevan bagi angkutan peti kemas yang memiliki rangkaian aktivitas sejak kendaraan berangkat dari kawasan asal, menuju pelabuhan, hingga proses bongkar muat.
Indah menambahkan, konektivitas Jalan Akses Tol MNP pada akhirnya diharapkan dapat mendukung aktivitas logistik serta memperkuat posisi Makassar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di KTI.
Makassar sendiri memiliki pelabuhan, kawasan industri, bandara, dan jaringan jalan yang saling mendukung. Jalan tol berfungsi menghubungkan simpul-simpul tersebut sehingga pergerakan barang dapat berlangsung lebih efisien.
Berkaitan dengan hal itu, Djoko menilai, keberadaan jaringan transportasi yang saling terhubung akan memberikan manfaat lebih besar jika dibandingkan setiap moda berjalan sendiri-sendiri.
"Integrasinya itu menjadi penting," katanya.
Topang pertumbuhan pusat logistik KTI
Tak dapat dimungkiri, konektivitas yang semakin baik menjadi salah satu bagian yang mendukung peran Makassar sebagai pusat logistik KTI.
Jalan Akses Tol MNP menjadi salah satu bagian dari jaringan tersebut dengan menghubungkan pelabuhan ke jaringan jalan yang lebih luas.
Dari sisi pembangunan, proyek Jalan Akses Tol MNP juga memberikan aktivitas ekonomi sejak tahap konstruksi.
Indah menjabarkan, Nusantara Infrastructure menginvestasikan sekitar Rp 705 miliar untuk pembangunan Jalan Akses Tol MNP. Pembangunan jalan tol ini turut menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja.
“Setelah beroperasi, manfaatnya berlanjut melalui aktivitas kendaraan logistik, distribusi barang, serta pergerakan ekonomi yang menggunakan jaringan tersebut,” katanya.
Bagi kawasan industri, konektivitas menuju pelabuhan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung arus bahan baku atau produk.
Sementara itu, bagi pelabuhan, akses jalan yang lancar membantu mempercepat pergerakan kendaraan yang membawa barang masuk dan keluar dari kawasan terminal.
Fungsi tersebut membuat ruas sepanjang sekitar 3,2 kilometer ini memiliki peran dalam menghubungkan jaringan jalan dengan MNP serta sejumlah simpul ekonomi lain.
Dengan konektivitas yang lebih baik, arus barang dari dan menuju pelabuhan dapat bergerak lebih lancar, sementara hubungan antara kawasan industri dan simpul perdagangan menjadi semakin efisien.
Kondisi tersebut memperkuat fondasi Makassar untuk menjalankan peran yang lebih besar sebagai pusat distribusi dan logistik bagi KTI.
Tak dapat dimungkiri, peran jalan tol dalam mendukung mobilitas Makassar tidak hanya berkaitan dengan kelancaran distribusi barang. Semakin banyak perjalanan yang beralih ke jalan tol, maka semakin besar pula peluang berkurangnya beban lalu lintas di jalan arteri perkotaan.
Dengan demikian, manfaat konektivitas jalan tol dapat dirasakan lebih luas, baik oleh pelaku logistik maupun masyarakat yang menjalankan aktivitas sehari-hari.
Upaya memperkuat manfaat tersebut juga menjadi bagian dari Kampanye #TolnyaMakassar yang dijalankan terus anak usaha PT Nusantara Infrastructure, yakni PT Makassar Metro Network (MMN) dan PT Makassar Airport Network (MAN).
Kampanye ini tidak hanya menempatkan jalan tol sebagai infrastruktur penghubung, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas layanan dan pengalaman pengguna. Hal ini sejalan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Makassar yang terus berkembang.
Pada akhirnya, keberadaan jalan tol tidak hanya diukur dari panjang ruas yang dibangun, tetapi dari seberapa besar infrastruktur tersebut mampu menghadirkan perjalanan yang lebih efisien, konektivitas yang lebih baik, serta mobilitas yang semakin lancar.
Konektivitas tersebut juga menjadi bagian penting untuk memperkuat peran Makassar sebagai simpul perdagangan dan logistik serta mendukung mobilitas perkotaan yang semakin tertata.
More Articles
- Disway Awards 2026 Kembali Digelar, Puluhan Sektor Industri Raih Penghargaan
- Sering Lewat Tol Makassar? Saatnya Raih Kesempatan Dapat Umroh Gratis Dari TolnyaMakassar
- SCTK Jaga Kualitas Layanan di Tengah Kondisi Sungai Ciujung
- Pengalaman Pengguna Jalan Tol Makassar Turut Mendorong Mobilitas Kota
- Program Nusantara Peduli Stunting Berhasil Turunkan Kasus di Makassar