echo1
Nov
2024
Selain itu, program tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui keterlibatan pihak Kelurahan, Kecamatan, serta Puskesmas setempat. Direktur Utama PT NI Ramdani Basri memaparkan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Oleh karena itu, PT NI bermitra dengan berbagai pihak untuk menurunkan angka stunting di Kelurahan Pannampu. Dengan kolaborasi tersebut, PT NI menghadirkan berbagai kegiatan komprehensif penurunan angka stunting, mulai dari dari edukasi kesehatan, pemantauan gizi, hingga intervensi medis.
Upaya peningkatan gizi melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
Sebagai informasi, kegiatan PMT sendiri resmi dimulai dan rutin diberikan sejak Rabu (30/10/2024). Hingga kini, lebih dari 182 porsi makanan tambahan dan multivitamin telah diberikan kepada anak-anak dengan kondisi stunting. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan berjalannya program. PMT diharapkan dapat membantu meningkatkan status gizi dan memberikan asupan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Kelurahan Pannampu.
Edukasi kesehatan dari mahasiswa UIN Alauddin Makassar
Selain PMT, edukasi bagi para orangtua dari anak stunting juga menjadi prioritas dalam program “Nusantara Peduli Stunting”. Oleh karena itu, mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar memberikan edukasi langsung kepada para orangtua tentang pentingnya asupan gizi dan praktik perawatan yang dapat membantu anak dalam mencapai pertumbuhan optimal. Kegiatan tersebut dilaksanakan sejak Selasa (12/11/2024). Kegiatan edukasi itu diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat setempat tentang pentingnya pola asuh dan pemantauan gizi secara berkala yang bisa mendukung pertumbuhan anak.
Pemantauan lanjutan oleh dokter spesialis RS Hermina
Sebagai upaya pengentasan stunting secara berkelanjutan, PT NI Group juga akan melakukan pantauan progres terhadap anak-anak stunting dan ibu hamil dengan KEK yang dimulai pada November 2024. Pemantauan tersebut didukung oleh tim medis RS Hermina Makassar yang terdiri dari dokter spesialis anak dan dokter spesialis kandungan.
Pemantauan dilakukan dengan tujuan menilai efektivitas intervensi yang sudah dijalankan. Pemantauan itu juga dilakukan untuk melakukan penyesuaian guna memastikan target penurunan angka stunting dapat tercapai. Perlu diketahui, prevalensi stunting di Makassar cenderung melonjak jika dibandingkan dengan angka stunting di tingkat nasional yang hanya berkisar 21,5 persen pada 2023 berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).
Keterlibatan Pemkot Makassar dalam program tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menangani masalah stunting di tengah masyarakat, khususnya di kawasan timur Indonesia. Lebih lanjut Ramdani mengatakan, PT NI Group, RS Hermina, UIN Alauddin, dan Pemerintah setempat berkomitmen menjalankan program tersebut secara berkesinambungan. “Kami harap, program berkesinambungan yang dijalankan dapat berdampak nyata dalam menurunkan angka stunting di Kota Makassar, khususnya wilayah sekitar operasional perusahaan,” ujar Ramdani dalam siaran pers yang diterima Kompas.com saat peresmian program. Ia juga berharap, program tersebut dapat menjadi contoh kolaborasi antara sektor swasta, lembaga kesehatan, akademisi, dan pemerintah dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
“Kami percaya, investasi dalam kesehatan dan kesejahteraan generasi mendatang menjadi salah satu investasi terbaik untuk masa depan Indonesia,” tutur Ramdani.
Program Nusantara Peduli Stunting di Makassar Terus Berlanjut, Beri Dampak yang Lebih Luas
Nov
2024
By: Nusantara Infrastructure
Kompas
Kolaborasi antara PT Nusantara Infrastructure (NI), pengelola Jalan Tol Makassar, PT Makassar Metro Network (MMN) dan PT Makassar Airport Network (MAN), PT Metro Pacific Tollways Indonesia Services (MPTIS), Rumah Sakit (RS) Hermina, serta Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dalam upaya menurunkan angka stunting di Kota Makassar yang mulai berjalan sejak awal November 2024, terus berlanjut. Melalui Program “Nusantara Peduli Stunting”, PT NI Group menyasar anak stunting dan ibu hamil yang terindikasi mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Adapun target tersebut dipilih berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang mencatat angka 25,6 persen pada 2023 untuk prevalensi stunting di Makassar. Angka itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat angka 18,04 persen.Selain itu, program tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui keterlibatan pihak Kelurahan, Kecamatan, serta Puskesmas setempat. Direktur Utama PT NI Ramdani Basri memaparkan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Oleh karena itu, PT NI bermitra dengan berbagai pihak untuk menurunkan angka stunting di Kelurahan Pannampu. Dengan kolaborasi tersebut, PT NI menghadirkan berbagai kegiatan komprehensif penurunan angka stunting, mulai dari dari edukasi kesehatan, pemantauan gizi, hingga intervensi medis.
Upaya peningkatan gizi melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
Sebagai informasi, kegiatan PMT sendiri resmi dimulai dan rutin diberikan sejak Rabu (30/10/2024). Hingga kini, lebih dari 182 porsi makanan tambahan dan multivitamin telah diberikan kepada anak-anak dengan kondisi stunting. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan berjalannya program. PMT diharapkan dapat membantu meningkatkan status gizi dan memberikan asupan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Kelurahan Pannampu.
Edukasi kesehatan dari mahasiswa UIN Alauddin Makassar
Selain PMT, edukasi bagi para orangtua dari anak stunting juga menjadi prioritas dalam program “Nusantara Peduli Stunting”. Oleh karena itu, mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar memberikan edukasi langsung kepada para orangtua tentang pentingnya asupan gizi dan praktik perawatan yang dapat membantu anak dalam mencapai pertumbuhan optimal. Kegiatan tersebut dilaksanakan sejak Selasa (12/11/2024). Kegiatan edukasi itu diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat setempat tentang pentingnya pola asuh dan pemantauan gizi secara berkala yang bisa mendukung pertumbuhan anak.
Pemantauan lanjutan oleh dokter spesialis RS Hermina
Sebagai upaya pengentasan stunting secara berkelanjutan, PT NI Group juga akan melakukan pantauan progres terhadap anak-anak stunting dan ibu hamil dengan KEK yang dimulai pada November 2024. Pemantauan tersebut didukung oleh tim medis RS Hermina Makassar yang terdiri dari dokter spesialis anak dan dokter spesialis kandungan.
Pemantauan dilakukan dengan tujuan menilai efektivitas intervensi yang sudah dijalankan. Pemantauan itu juga dilakukan untuk melakukan penyesuaian guna memastikan target penurunan angka stunting dapat tercapai. Perlu diketahui, prevalensi stunting di Makassar cenderung melonjak jika dibandingkan dengan angka stunting di tingkat nasional yang hanya berkisar 21,5 persen pada 2023 berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).
Keterlibatan Pemkot Makassar dalam program tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menangani masalah stunting di tengah masyarakat, khususnya di kawasan timur Indonesia. Lebih lanjut Ramdani mengatakan, PT NI Group, RS Hermina, UIN Alauddin, dan Pemerintah setempat berkomitmen menjalankan program tersebut secara berkesinambungan. “Kami harap, program berkesinambungan yang dijalankan dapat berdampak nyata dalam menurunkan angka stunting di Kota Makassar, khususnya wilayah sekitar operasional perusahaan,” ujar Ramdani dalam siaran pers yang diterima Kompas.com saat peresmian program. Ia juga berharap, program tersebut dapat menjadi contoh kolaborasi antara sektor swasta, lembaga kesehatan, akademisi, dan pemerintah dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
“Kami percaya, investasi dalam kesehatan dan kesejahteraan generasi mendatang menjadi salah satu investasi terbaik untuk masa depan Indonesia,” tutur Ramdani.
More Articles
- Nudging Forward on Transportation and Water Infrastructure
- Jakarta Infrastructure the Future
- Railways of the Future 2012
- Renewables and Sustainable Development
- The Future of Infrastructure and MP3EI 2012
- A Better Year for Infrastructure
- Challenges to the Delivery of the Six Corridor Development Plan