Kolaborasi Pemkot, Nusantara Infrastructure, dan Rappo Sulap Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai

Kolaborasi Pemkot, Nusantara Infrastructure, dan Rappo Sulap Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai

By: Nusantara Infrastructure

Administrator

Program Komunitas Berdaya Nusantara yang digagas PT Nusantara Infrastructure Tbk bekerja sama dengan Rappo Indonesia dan didukung oleh Pemkot Makassar memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dan pemberdayaan masyarakat.

Program yang dijalankan di kawasan sekitar Jalan Tol Makassar ini menjadi salah satu upaya nyata mengubah limbah plastik menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Peringatan satu tahun program tersebut dihadiri Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Rabu (13/5/2026) di Kantor Lurah Pannampu, Kecamatan Tallo.

Sejak diluncurkan pada 2025, program ini menjadi social enterprise yang bergerak di bidang pengolahan sampah dan pemberdayaan masyarakat.

Fokus program tidak hanya pada daur ulang limbah plastik menjadi produk fesyen ramah lingkungan, tetapi juga mendorong keterlibatan perempuan sebagai motor penggerak ekonomi komunitas.

Direktur Utama PT Nusantara Infrastructure Tbk, Ramdani Basri, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam menciptakan komunitas yang mandiri dan produktif. Karena itu, perempuan tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam rantai ekonomi sirkular yang dibangun melalui program tersebut.

Program ini hadir di tengah meningkatnya tantangan pengelolaan sampah perkotaan. Berdasarkan data KLH/BPLH tahun 2025, timbulan sampah di kawasan Makassar Raya mencapai 1.644 ton per hari.

Melalui pendekatan ekonomi sirkular, masyarakat dilibatkan mulai dari proses pemilahan sampah rumah tangga hingga pengolahan akhir. Sampah yang telah dipilah disetorkan ke Bank Sampah Kampung Bersih Nusantara di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, sebelum dibeli dan diproses lebih lanjut oleh RAPPO Indonesia.

Limbah plastik tersebut kemudian dibersihkan dan diolah menjadi lembar material daur ulang yang selanjutnya dijahit oleh perempuan pesisir di Untia menjadi berbagai produk fesyen seperti tas, dompet, hingga aksesoris bernilai jual.

Selama satu tahun berjalan, program ini berhasil mengelola lebih dari 951 kilogram sampah plastik dan menghasilkan sekitar 17.298 lembar material daur ulang. Dari material tersebut, diperkirakan dapat diproduksi hingga 8.649 produk yang kini telah dipasarkan ke sejumlah kota seperti Makassar, Jakarta, dan Bali.

Tidak hanya berdampak pada lingkungan, program ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Komunitas perempuan di Untia mendapatkan pelatihan menjahit lanjutan dan pengembangan produk sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan.

Ramdani menyebut program tersebut bukan sekadar kegiatan CSR biasa, tetapi menjadi bagian dari pembangunan ekosistem berbasis masyarakat yang terintegrasi, mulai dari pengelolaan limbah, produksi, hingga pemasaran produk.

“Meskipun masih berskala terbatas, program ini membuktikan bahwa solusi pengelolaan sampah dapat dimulai dari komunitas. Kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci agar dampaknya semakin luas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi antara Komunitas Berdaya Nusantara dan Rappo Indonesia dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.

Menurut Appi, pembangunan kota tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan sektor swasta dan komunitas untuk menciptakan Makassar yang bersih, inklusif, dan berkelanjutan.

Ia menilai perempuan memiliki peran besar dalam penguatan ekonomi keluarga dan pengelolaan lingkungan. Karena itu, Pemkot Makassar terus membuka ruang kreativitas dan peningkatan keterampilan bagi perempuan agar semakin mandiri secara ekonomi.

Appi juga menyoroti persoalan sampah plastik yang masih menjadi tantangan utama perkotaan. Namun, melalui kreativitas masyarakat bersama RAPPO Indonesia, limbah plastik kini mampu diubah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Menurutnya, Makassar saat ini menghasilkan sekitar 800 ton sampah per hari, sementara kapasitas pengangkutan baru mencapai sekitar 67 persen. Karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai inovasi pengelolaan sampah, termasuk pengembangan TPS 3R dan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) senilai Rp3 triliun yang ditargetkan mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari.

Selain pengelolaan sampah anorganik, Pemkot Makassar juga mengembangkan pengolahan sampah organik melalui program kompos, teba modern, dan budidaya maggot yang dinilai efektif mengurangi volume limbah rumah tangga sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat.

Di sisi lain, CEO Rappo Indonesia, Akmal Idrus, menjelaskan bahwa Rappo hadir sebagai startup yang fokus menciptakan dampak sosial melalui pengolahan sampah.

Menurut Akmal, salah satu persoalan terbesar dalam pengelolaan sampah adalah kebingungan menentukan proses lanjutan setelah sampah terkumpul. Karena itu, Rappo berupaya memastikan limbah tidak sekadar dipindahkan, tetapi benar-benar diolah agar dapat digunakan kembali dan tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Ia menyebut Rappo mampu mendaur ulang ratusan kilogram sampah setiap hari dan secara keseluruhan mengolah sekitar tiga ton sampah per tahun menjadi berbagai produk seperti furniture, suvenir perusahaan, hingga produk fesyen ramah lingkungan.

“Konsep kami bukan hanya memindahkan sampah, tetapi bagaimana limbah itu bisa memiliki nilai baru dan kembali dimanfaatkan,” jelas Akmal.

Program ini kini menjadi salah satu contoh nyata penerapan ekonomi sirkular di Makassar, di mana pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha dan memperkuat pemberdayaan masyarakat lokal.


Sumber: 

https://beritakotamakassar.fajar.co.id/2026/05/13/kolaborasi-pemkot-nusantara-infrastructure-dan-rappo-sulap-sampah-plastik-jadi-produk-bernilai/4/



More Articles