Potensi
ekonomi regional Sulawesi Selatan terbilang
cukup tinggi. Makassar sebagai ibukota dengan
penduduk tak kurang dari 1,7 juta jiwa dari
9 juta jiwa penduduk Sulawesi Selatan merupakan
pintu gerbang dan pusat layanan di kawasan
timur indonesia. Pertumbuhan ekonomi regional
yang signifikan menuntut adanya pelayanan
infrastruktur yang prima sebagai penunjang
kelancaran transportasi. |
|
Regional
economic potential in South Sulawesi is relatively
high. Makassar as capital city with no less
than 1.7 million or 9 million citizens is
a gateway and service center in eastern Indonesia.
Significant growth of regional economic demands
adequate infrastructure to support smooth
transportation |
|
Pelabuhan
laut Soekarno-Hatta adalah pelabuhan utama
untuk memasuki Kota Makassar sekaligus pintu
gerbang ekspor-impor untuk kawasan timur Indonesia.
Terdapat pula Bandar Udara Hasanuddin sebagai
bandara terbesar dan tersibuk yang melayani
penerbangan komersial domestik, keperluan
haji, kargo dan militer. |
|
Soekarno-Hatta harbor
is the gateway harbor to Makassar city as
well as a gateway of export-import in Eastern
Indonesia. There is also Hasanuddin Airport
as the biggest and busiest airport serving
domestic commercial flights, hajj, cargo,
military.
|
|
Kelancaran
lalu lintas sangat diperlukan untuk mendukung
pertumbuhan ekonomi masyarakat Makassar dan
sekitarnya. Oleh karena itu, keberadaan jalan
tol sangat menunjang pertumbuhan ekonomi tersebut.
PT.Bosowa Marga Nusantara (BMN) sebagai pengembang
yang bebasis di Indonesia Timur turut mendukung
penyediaan prasarana jalan. |
|
Smooth
traffic is really needed to support local
economic growth in Makassar and its surroundings.
Therefore, toll road is the best solution
to support the economic growth. PT.Bosowa
Marga Nusantara as a business developer
located in Eastern Indonesia takes part
in supporting road Infrastructure.
|
|
Saat
ini Perusahaan merupakan pemegang kuasa penyelenggaraan
dan operator atas jalan tol di Makassar untuk
Seksi I dan Seksi II yang telah beroperasi
dan Seksi IV yang sedang dalam tahap pembangunan |
|
Currently
the Company is the toll road authority and
operator in Makassar for section I and II
which have been operated and also Section
IV which is under construction.
|
|
Jalan
tol BMN terdiri dari Seksi I dan Seksi II.
Seksi I dimulai dari Jl.Kalimantan (Pelabuhan
laut Soekarno-Hatta) sampai persimpangan Jl.Teuku
Umar-Jl.Sultan Abdullah Raya dan Jembatan
tallo lama dengan panjang 3,10 km. Sedangkan
Seksi II dimulai dari persimpangan Jl.Teuku
Umar-Jl.Sultan Abdullah Raya sampai dengan
persimpangan Jl.Jend.Urip Sumorhardjo-Jl.AP.Pettarani
dengan panjang 3,0 km. |
|
BMN
toll road comprising Section I and II. Section
I started from Jl.Kalimantan (Soekarno-Hatta
Harbor) to Jl.Teuku Umar-Jl.Sultan Abdullah
Raya intersection and 3,10 km length of
the Tallo Bridge. Will Section II started
Jl.Teuku Umar-Jl.Sultan Abdullah Raya to
Jl.Jend.Urip Sumohardjo intersection and
3,10 km length of Jl.AP.Pettarani.
|
|
| Volume
Lalu-lintas per Tahun jalan Tol PT Bosowa Marga
Nusantara |
|
Volume
Rata-rata Lalu-lintas per Hari jalan Tol PT
Bosowa Marga Nusantara |
|
Annual Trafic
Volume of PT Bosowa Marga Nusantara |
|
Daily Average
Traffic of PT Bosowa Marga Nusantara |
|
|
|
(dalam
jutaan kendaraan) - (in
million vehicles) |
| |
 |